Sinopsis Anime The Too-Perfect Saint: Tossed Aside by My Fiancé and Sold to Another Kingdom, Tayang April 2025

Azusa

 


Catataninfoku.online -- Berikut ini sinopsis dari anime Kanpekisugite Kawaige ga Nai to Konyaku Haki sareta Seijo wa Ringoku ni Urareru atau yang dikenal juga dengan nama The Too-Perfect Saint: Tossed Aside by My Fiancé and Sold to Another Kingdom, yang didasarkan pada novel ringan dengan judul yang sama yang ditulis oleh Kouki Fuyutsuki dan diilustrasikan oleh Masami.


Adapun adaptasinya dikerjakan oleh studio TROYCA dan dijadwalkan tayang pada 2 April 2025 mendatang.


Anime ini memiliki genre fantasi dan roman.


Adapun pemeran dari anime The Too-Perfect Saint: Tossed Aside by My Fiancé and Sold to Another Kingdom di antaranya Yui Ishikawa sebagai Philia Adenaur, Kouhei Amasaki sebagai Julius Ziltonia, Kaede Hondo sebagai Mia Adenaur, Takuya Satou sebagai Oswald Parnacorta, dan Natsumi Murakami sebagai Emily Martillas.


Kenn sebagai Mammon, Ikue Ootani sebagai Elsa Notis, Aina Suzuki sebagai Amanda Martillas, Nanaka Suwa sebagai Jane Martillas, dan Maaya Sakamoto sebagai Finanna Eastfil.


Adapun bagi yang ingin menonton anime The Too-Perfect Saint: Tossed Aside by My Fiancé and Sold to Another Kingdom, dapat menyaksikannya di stasiun TV Aniplus Asia dan Bstation.


Sinopsis anime The Too-Perfect Saint: Tossed Aside by My Fiancé and Sold to Another Kingdom


The Too-Perfect Saint: Tossed Aside by My Fiancé and Sold to Another Kingdom menceritakan terlahir dalam keluarga yang telah menghasilkan orang-orang suci selama beberapa generasi di Kerajaan Jiltonia, Filia mendapatkan pendidikan keas yang membuatnya disebut sebagai yang terbaik dalam sejarah, dan dia mengabdikan dirinya pada tugasnya setiap hari.


Namun, kesempurnaannya tidak disukai oleh orang-orang di sekitarnya sehingga dia digambarkan sebagai terlalu sempurna untuk dicintai, dan dan tunanangannya, dia pangeran kedua, Julius, yang memutuskan pertunangan mereka.


Selanjutnya, dia dijual ke Kerajaan tetangga Parnakorta, yang tengah menderita karena ketiadaan orang suci, dengan imbalan uang dan sumber daya, dan dipaksa untuk meninggalkan kampung halamannya.***