Catataninfoku.online -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indikator utama yang mencerminkan kinerja keseluruhan pasar saham di Indonesia. Indeks ini mengukur pergerakan harga dari seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga memberikan gambaran umum tentang tren dan kondisi pasar modal di Indonesia. IHSG sering digunakan oleh investor sebagai acuan dalam mengambil keputusan investasi, karena mencerminkan sentimen pasar secara keseluruhan.
Sejarah IHSG
IHSG pertama kali diperkenalkan pada 1 April 1983 oleh Bursa Efek Jakarta (sekarang BEI) sebagai alat untuk memantau pergerakan harga saham di pasar modal Indonesia. Pada saat peluncurannya, IHSG memiliki nilai dasar 100, yang didasarkan pada harga saham dari 13 perusahaan yang terdaftar di bursa saat itu.
Seiring berjalannya waktu, jumlah perusahaan yang terdaftar di BEI meningkat signifikan, mencerminkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan perkembangan pasar modal yang semakin kompleks. IHSG telah mengalami berbagai fase, termasuk periode pertumbuhan pesat, koreksi pasar, dan pemulihan, yang semuanya mencerminkan dinamika ekonomi dan politik di Indonesia.
Pada 15 September 2022, IHSG mencapai posisi intraday tertinggi di level 7.377,49 poin, sementara penutupan tertinggi tercatat pada 13 September 2022 di level 7.318,20 poin. Pencapaian ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan stabilitas pasar modal.
Dengan memahami pengertian dan sejarah IHSG, investor dapat lebih bijak dalam menganalisis tren pasar dan membuat keputusan investasi yang tepat. IHSG tidak hanya berfungsi sebagai barometer kesehatan pasar saham, tetapi juga mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia secara keseluruhan.***